Tips Meredakan Sakit Saat Melahirkan

Rasa cemas akan rasa sakit yang diderita saat proses persalinan memang amatlah lumrah dimiliki oleh para calon ibu. Namun ternyata, ada cara meredakan rasa sakit ketika melahirkan.

Pelajari langkah-langkahnya, agar persalinan terasa nyaman dan menjadi momen yang menyenangkan.

Relaksasi Saat Proses Persalinan

Hal paling penting yang harus dilakukan adalah menenangkan diri selama proses persalinan. Sebab, perasaan takut dan tegang bisa membuat rasa sakit menjadi semakin buruk. Kondisi ini pun terjadi karena hormon yang mempengaruhi kontraksi tidak bekerja secara sempurna, sehingga menimbulkan rasa sakit.

Atur Pernapasan

Agar tetap rileks selama proses persalinan, sangat penting bagi ibu untuk memperhatikan siklus pernapasan. Entah saat sedang manarik napas, terengah-engah atau bernapas dalam-dalam, usahakan tetap fokus pada pernapasan. Selain itu, seorang ahli juga merekomendasikan untuk membuat erangan kuat bernada rendah daripada jeritan kuat. Sebab, jeritan kencang malah membuat tenggorokan tegang.

Lakukan Berbagai Gerakan

Melakukan berbagai gerakan ringan seperti berjalan, berayun atau mengubah posisi juga bisa meringankan rasa sakit. Selain itu, hal tersebut juga akan membantu persalinan. Sebab, gaya gravitasi mendorong pergerakan dan rotasi bayi ke bagian bawah melalui saluran panggul.

Mandi Air Hangat

Air hangat bisa bekerja secara efektif meringankan rasa sakit yang dialami selama proses persalinan. Oleh karena itu, Anda tak boleh meremehkan manfaat mandi dengan air hangat. Hal tersebut tak hanya membuat badan rileks, tapi juga memberikan sensasi pijatan. Namun para dokter memperingatkan untuk tidak berendam dengan air hangat, pada awal persalinan di bawah pembukaan 4 cm. Sebab, hal ini malah bisa memperlambat segalanya.

Dipijat

Meski terkadang diremehkan, aktivitas pijat ternyata dapat memberikan efek yang positif bagi calon ibu selama proses persalinan. Pasalnya, dengan mendapatkan pijatan pada kaki, tangan, maupun pelipis, perhatian ibu hamil bisa teralihkan, sekaligus mendatangkan perasaan rileks dan nyaman.

Minum Obat Pereda Nyeri

William Camann, direktur anestesi kebidanan di salah satu rumah sakit terkemuka di  Boston, Amerika Serikat, menyebutkan bahwa epidural telah berubah secara drastis dalam kurun waktu 10 tahun terakhir. Para calon ibu tidak lagi mendapatkan satu suntikan untuk membuatnya benar-benar mati rasa. Sebaliknya, Anda akan diberi obat antinyeri melalui  infus yang bekerja lamban. Jadi, Anda tak akan kehabisan pereda nyeri.

Kombinasi Spinal-Epidural

Pada banyak kasus, terkadang dokter akan memutuskan untuk memakai kombinasi spinal atau spinal-epidural bagi calon ibu yang membutuhkan bantuan cepat. Meski begitu, butuh waktu 10-25 menit agar epidural dapat bekerja secara efektif.

Opiod sebagai Alternatif Epidural

Calon ibu yang tidak bisa melakukan metode epidural, bisa mencoba opiod sebagai alternatif, yang berupa demerol dan stadol. Tidak seperti spinal maupun epidural, meski obat ini bisa membuat calon ibu mengantuk dan mual, tapi tidak akan memasuki aliran darah calon bayi. Nah, cara apa saja yang akan Anda coba?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *