MRI Payudara

MRI payudara dilakukan antara lain untuk mendeteksi kelainan pada payudara.

MRI payudara adalah prosedur medis yang dilakukan untuk mendeteksi adanya kanker atau gangguan lain pada bagian payudara pasien. MRI menggunakan medan magnet yang kuat, gelombang radio, dan komputer untuk menunjukkan gambar secara mendetail dari struktur tubuh bagian dalam.

MRI payudara dapat memberikan informasi tentang berbagai kondisi payudara yang tidak dapat diperoleh dari cara lain seperti pemeriksaan mamografi atau USG. Selain itu, kedua cara tersebut tidak menggunakan sinar radiasi yang digunakan pada rontgen.

MRI dapat membantu dokter mendeteksi jika pasien terkena penyakit. MRI juga biasanya dilakukan setelah pasien menjalani biopsi dan menunjukkan adanya penyakit kanker.

Mengapa MRI Payudara Perlu Dilakukan?

MRI payudara perlu dilakukan jika pasien:

  • Didiagnosis mengalami kanker dan dokter ingin mengetahui seberapa parah kanker yang terjadi.
  • Mengalami kebocoran pada implan payudara.
  • Punya keluarga yang memiliki riwayat kanker payudara.
  • Memiliki jaringan payudara yang sangat padat dan tidak bisa dilakukan dengan pemeriksaan mammogram.
  • Memiliki riwayat perubahan payudara prakanker seperti hiperplasia atipikal.
  • Mengalami mutasi gen kanker payudara herediter.
  • Pernah menjalani perawatan radiasi pada bagian dada sebelum memasuki usia 30 tahun.

Persiapan Sebelum Menjalani MRI Payudara

Jika Anda mengalami kanker payudara, Anda dapat menjalani prosedur MRI payudara. Namun, sebelum Anda melakukannya, Anda perlu melakukan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Menentukan jadwal MRI saat awal siklus menstruasi Anda berjalan. Jika Anda sudah mengalami premenopause, MRI dapat dijadwalkan pada waktu tertentu selama siklus menstruasi berlangsung. Anda perlu beritahu dokter tentang siklus menstruasi Anda agar dokter dapat menentukan jadwal yang sesuai untuk Anda.
  2. Beritahu dokter jika Anda punya alergi.
  3. Beritahu dokter jika Anda punya masalah ginjal, karena zat warna gadolinium dapat menimbulkan komplikasi yang serius jika seseorang mengalami masalah di ginjal.
  4. Beritahu dokter jika Anda sedang mengandung. MRI tidak direkomendasikan pada wanita hamil, karena dapat mempengaruhi kondisi janin.
  5. Beritahu dokter jika Anda menyusui. Dokter biasanya akan meminta Anda untuk berhenti menyusui selama 2 hari setelah melakukan MRI payudara, dan Anda juga diminta untuk memompa dan menyimpan ASI sebagai persediaan setelah menjalani prosedur tersebut.
  6. Jangan memakai benda logam seperti jam tangan atau gelang ketika melakukan prosedur MRI payudara.
  7. Beritahu dokter jika Anda menggunakan alat medis implan di dalam tubuh seperti alat pacu jantung.
  8. Beritahu dokter jika Anda memiliki rasa takut pada ruangan yang sempit (claustrophobia). Dokter akan memberikan obat penenang ringan untuk mengatasi masalah tersebut.
  9. Menggunakan baju pasien.

Prosedur MRI Payudara

Pada saat melakukan MRI, zat warna atau zat kontras akan disuntikkan melalui jalur intravena di lengan Anda untuk membuat jaringan atau pembuluh darah pada gambar MRI lebih mudah dilihat.

Selama MRI payudara berlangsung, Anda diminta untuk berbaring telungkup di atas meja pemindaian. Payudara Anda akan ditempatkan ke dalam bagian berlubang yang dapat mendeteksi sinyal magnetik dari mesin MRI. Jika sudah pada tempatnya, meja pemindaian akan dimasukkan ke dalam mesin.

Mesin MRI akan menciptakan medan magnet, lalu gelombang radio diarahkan ke tubuh Anda. Anda tidak bisa merasakan medan magnet atau gelombang radio di sekitar tubuh Anda. Namun, Anda mungkin akan mendengar bunyi ketukan dan deburan dari mesin tersebut. Anda mungkin perlu menggunakan penutup telinga karena suara ketukan dan deburan yang keras.

Selama pengujian, Anda diawasi oleh petugas MRI dari ruangan lain, dan Anda dapat berkomunikasi dengan petugas melalui mikrofon. Anda juga akan diperintahkan untuk bernafas dengan normal.

Setelah selesai menjalani prosedur MRI tersebut, Anda diperbolehkan untuk pulang. Prosedur MRI payudara berlangsung antara 30 menit hingga 1 jam.

Hasil MRI Payudara

Anda dapat melihat hasil MRI payudara dari seorang ahli radiologi. Setelah menerima hasilnya, tindakan berikutnya mungkin diperlukan, karena adanya kelainan pada hasil MRI yang perlu dievaluasi lebih lanjut.

Prosedur lain juga perlu dilakukan untuk mengetahui jika terdapat perubahan dari waktu ke waktu yang tidak wajar pada payudara Anda.

Risiko

Prosedur MRI payudara juga dapat menimbulkan risiko seperti penyakit fibrosis sistemik nefrogenik akibat komplikasi dari MRI payudara. Masalah ini dapat terjadi karena adanya reaksi antara zat warna gadolinium dengan ginjal pasien. Oleh karena itu, dokter akan memeriksa fungsi ginjal Anda sebelum mempertimbangkan untuk memberikan zat warna.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *