Menorrhagia: Kondisi Kesehatan yang Sebabkan Pendarahan Menstruasi Berlebih

Menstruasi atau siklus datang bulan merupakan proses keluarnya darah dari vagina. Kondisi itu amat normal dan begitu alamiah dalam sistem organ reproduksi wanita. Namun, ada kalanya siklus menstruasi dikatakan “tidak normal” karena satu dan lain hal. Pernah dengar menorrhagia?

menorrhagia

Ya, menorrhagia merupakan kondisi yang menyebabkan siklus bulanan wanita dapat dikatakan tidak normal. Menorrhagia disebut sebagai gangguan lantaran membuat darah yang keluar saat menstruasi berjumlah lebih banyak dari kadar normal. Dalam klas atau kelompok gangguan menstruasi yang berkaitan dengan “kelebihan pendarahan” ini, ada beberapa kondisi kesehatan yang membuat darah yang keluar saat datang bulan lebih banyak dari biasanya.

Kondisi-kondisi tersebut adalah:

  • Polip Rahim

Polip rahim adalah pertumbuhan jaringan yang tidak normal di lapisan dinding rahim (endometrium). Sebagian besar polip rahim bersifat jinak, meski beberapa di antaranya dapat berkembang menjadi ganas atau kanker. Penyebab polip rahim belum diketahui secara pasti. Akan tetapi, kondisi ini erat kaitannnya dengan perubahan kadar hormon estrogen.

Polip yang ada di rahim pada masa atau momen tertentu akan merusak atau mengganggu pola atau sistem menstruasi wanita. Mulai dari mengacaukan jadwal atau siklus datang bulan, durasi atau volume menstruasi yang berlebih (menorrhagia), dan sederet masalah lain yang berkaitan dengan siklus menstruasi.

Polip rahim bisa menjadi kondisi yang membahayakan jika tidak tertangani dengan baik. Ada begitu banyak kemungkinan tindak pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah ini. Mulai dari pemberian obat hingga operasi.

  • Mioma Uteri

Mioma uteri merupakan satu kondisi kesehatan lain yang dapat membuat seorang wanita mengalami menorrhagia. Mioma merupakan suatu pertumbuhan massa atau daging di dalam rahim yang tidak bersifat ganas. Mioma berasal dari sel otot polos yang terdapat di rahim dan pada beberapa kasus juga berasal dari otot polos pembuluh darah rahim. Jumlah dan ukuran mioma bervariasi, terkadang ditemukan satu atau lebih dari satu.

Mioma dapat berkembang menjadi ganas, dan kondisi tersebut dikenal sebagai leiomiosarkoma. Walau begitu, kemungkinan mioma menjadi ganas cukup kecil. Mioma dapat menyebabkan komplikasi berupa torsi atau terpuntir, yang dapat menyebabkan gangguan sirkulasi akut, sehingga mengakibatkan kematian jaringan.

Menstruasi erat kaitannya dengan kondisi rahim. Oleh karenanya, mioma yang mengganggu kondisi rahim sudah tentu akan memengaruhi siklus menstruasi. Menorrhagia atau jumlah berlebih darah yang saat menstruasi menjadi salah satu gejala dari kondisi kesehatan ini.

  • Endometriosis

Endometriosis adalah kondisi ketika jaringan yang membentuk lapisan dalam dinding rahim tumbuh di luar rahim. Jaringan yang disebut endometrium ini dapat tumbuh di indung telur, usus, tuba falopi (saluran telur), vagina, atau di rektum (bagian akhir usus yang terhubung ke anus).

Sebelum menstruasi, endometrium akan menebal sebagai tempat untuk menempelnya sel telur yang sudah dibuahi. Bila tidak dalam kondisi hamil, endometrium tersebut akan luruh, lalu keluar dari tubuh sebagai darah menstruasi.

Pada kasus endometriosis, jaringan endometrium di luar rahim tersebut juga ikut menebal, tetapi tidak dapat luruh dan keluar dari tubuh. Kondisi tersebut dapat menimbulkan keluhan nyeri, bahkan dapat menyebabkan kemandulan.

Endometriosis diduga terkait dengan gangguan sistem kekebalan tubuh, atau aliran darah menstruasi yang berbalik arah. Kondisi inilah yang memungkinkan terjadinya menorrhagia atau jumlah darah menstruasi berlebih.

  • Adenomiosis

Adenomyosis atau adenomiosis adalah kondisi yang terjadi ketika lapisan permukaan rongga rahim (endometrium) tumbuh di dalam dinding otot rahim (miometrium). Dalam kondisi normal, seharusnya jaringan endometrium hanya melapisi permukaan rongga rahim.

Ketika seseorang mengalami adenomiosis, jaringan endometriumnya tetap dapat berfungsi secara normal. Namun akibat adanya adenomiosis, rahim akan membesar, serta menimbulkan perdarahan yang banyak dan nyeri di perut bagian bawah. Kondisi tersebut tentu saja juga memengaruhi jumlah darah yang dikeluarkan saat menstruasi. Adenomiosis barang tentu membuat wanita mengalami menorrhagia.

*** Kondisi-kondisi kesehatan di atas hanyalah beberapa kasus yang memungkinkan seorang wanita mengalami menorrhagia. Menorrhagia sendiri bisa saja terjadi tanpa kondisi-kondisi tersebut. Ketidakseimbangan hormon, konsumsi obat, atau penggunaan alat kontrasepsi merupakan hal-hal yang dapat memicu menorrhagia meski seorang perempuan tidak memiliki masalah kesehatan sama sekali di organ reproduksinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *