Mengetahui Cara Mencegah Kehamilan Wanita dengan Sterilisasi

Sterilisasi pada wanita merupakan sebuah prosedur secara permanen yang berfungsi untuk mencegah kehamilan. Sterilisasi ini bekerja dengan menghalangi tuba falopi. Saat wanita memilih untuk tidak memiliki anak, maka program sterilisasi adalah hal terbaik yang dapat dilakukan. Program ini membutuhkan prosedur dan biaya yang lebih mahal dibandingkan sterilisasi pada pria.

Menurut hasil survey yang dilakukan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat, ada sekitar 27% wanita di usia produktif mereka melakukan sterilisasi. Hal ini dilakukan sebagai bentuk pengendalian terhadap kelahiran. Jumlah ini setara dengan 10,2 juta wanita.

Dalam survey tersebut, ditemukan pula bahwa wanita dengan kulit hitam paling banyak melakukan hal ini (sekitar 37%), diikuti wanita kulit putih (sekitar 24%) dan wanita hispanik (sekitar 27%).

Strelisasi paling banyak dilakukan pada negara berkembang. Saat perempuan menginjak umur 40-44 tahun mereka akan mulai melakukan sterilisasi yang 51% nya menyatakan bahwa program ini digunakan sebagai pencegahan kelahiran.

Ada dua jenis sterilisasi yang biasa dilakukan, yaitu bedah dan nonbedah.

  1. Prosedur pembedahan. Ini dilakukan dengan ligasi tuba, di mana saluran tuba dipotong atau disegel. Prosedur ini tentunya harus melakukan pembedahan minimal invasif yang disebut laparoskopi. Proses ini juga dapat dilakukan setelah persalinan sesar.
  2. Prosedur non bedah. Dilakukan dengan menggunakan perangkat yang ditempatkan di tuba falopi untuk menyegelnya. Perangkat ini kemudian disisipkan melalui vagina dan rahim. Prosesnya tidak memerlukan proses pembedahan.

Sterilisasi ini mampu mencegah sel terur mencapai rahim dan juga menjaga agar sperma tidak mencapai telur. Tanpa adanya pembuahan sel telur, kehamilan tidak dapat terjadi.

Prosedur dengan proses pembedahan akan langsung efektif terjadi. Namun, prosedur non bedah akan efektif setelah tiga bulan saat jaringan terbentuk. Hasil untuk kedua prosedut ini akan permanen dengan risiko gagal yang kecil.

Adapun proses dari kedua prosedur ini dapat diketahui sebagai berikut:

  1. Prosedur Bedah

Dengan prosedur ini Anda membutukan anestesi. Dokter akan mengembangkan perut Anda dengan gas dan membuat sayatan kecil untuk mengakses organ reproduksi dengan laparoskop. Kemudian mereka akan menyegel tuba fallopii Anda. Biasanya prosedur bedah ini hanya memerlukan satu sayatan, sementara yang lainnya membutuhkan dua. Sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui lebih lanjut seputar prosedur ini.

  • Prosedur Non Bedah

Saat ini ada sebuah alat yang digunakan sebagai sterilisasi nonbedah bernama essure dan proses yang digunakan disebut oklusi tuba falopi. Alat ini terdiri dari dua gulungan logam kecil. Satu dimasukkan ke setiap falopi melalui vagina dan leher rahim. Sehingga jaringan parut dalam tubuh terbentuk di sekitar kumparan dan menghalangi saluran tuba. Setelah prosedur, Anda akan dimonitor setiap 15 menit selama satu jam untuk memastikan bahwa Anda telah sembuh dan tidak adanya komplikasi yang dapat menyerang. Kebanyakkan pasien dapat pulang di hari yang sama, normalnya dua jam setelah pemasangan. Semoga artikel ini dapat membantu Anda lebih mengetahui tentang sterilisasi pada wanita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *