Mengenal Pengertian Sekolah Ramah Anak (SRA) dan Aspek Pentingnya

Dalam memilih sekolah untuk anak, banyak sekali pertimbangan yang harus dipikirkan dengan baik. Terlebih sekolah menjadi rumah kedua bagi anak, tentu lingkungannya harus ramah anak. Nah, yuk cari tau mengenai pengertian sekolah ramah anak (SRA) agar tidak salah pilih.

Pengertian Sekolah Ramah Anak (SRA)

Sekolah ramah anak (SRA) merupakan program dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA). Tujuan SRA ini adalah untuk memenuhi, menjamin, dan melindungi hak-hak yang dimiliki oleh anak di Indonesia.

Sekolah ini diharapkan mampu mengembangkan minat, bakat, dan kemampuan anak. Dari sekolah ini juga diharapkan anak dapat bersiap untuk bertanggungjawab pada kehidupan bermasyarakat dengan saling menghormati, toleran, mau bekerjasama untuk maju dan menjunjung semangat perdamaian. Sehingga dari sekolah terlahirlah generasi yang cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual.

Istilah sekolah ramah anak ini sebenarnya sudah digunakan oleh UNICEF untuk sekolah yang mendidik anak secara keseluruhan. Sekolah tersebut juga tidak dibenarkan membeda-bedakan anak berdasarkan gender, memenuhi hak-hak anak, dan menciptakan lingkungan yang positif bagi anak.

Di Indonesia, lahirnya sekolah ramah anak ini dilatarbelakangi olejh proses pendidikan di Indonesia yang masih jamak ditemukan kasus kekerasan terhadap anak. Menurut data dari KPAI selama 2014-2015, 10 persen dari total kasus kekerasan anak dilakukan oleh para guru. Bentuk kekerasan anak yang banyak ditemui berupa pelecehan atau bullying, serta hukuman yang tidak mendidik.

6 Komponen Penting Sekolah Ramah Anak

Setelah mengetahui pengertian sekolah ramah anak (SRA), orangtua harus tau bahwa mewujdkan SRA tidak hanya dengan mengandalkan sekolah saja. sebab ada 6 komponen penting yang menjadi rujukan pelaksanaan SRA menurut KemenPPPA, yaitu:

  1. Sekolah haruslah membuat komitmen tertulis mengenai kebijakan SRA sehingga program ini benar-benar dijalankan sesuai dengan perencanaan pelaksanaan yang ditetapkan oleh sekolah.
  2. Sekolah melaksanakan proses pembelajaran yang ramah anak. Sehingga anak merasa nyaman berada di lingkungan sekolah, seperti perlakuan guru pada anak didik maupun perlakuan dari teman-temannya.
  3. Tenaga pendidik yang ada di sekolah haruslah kompeten dan profesional serta memahami hak-hak anak.
  1. Fasilitas berupa sarana dan prasarana yang ada di sekolah juga harus ramah anak. Sehingga ketika menggunakan setiap fasilitas sekolah, anak merasa nyaman dan tidak takut atau tidak merasa terancam.
  2. Anak itu sendiri juga harus berpartisipasi dalam pelaksanaan program SRA ini. Hal ini terkait dengan perilaku anak saat bergaul dan bersosialisasi di sekolah dan mengikuti tata tertib di sekolah.
  3. Orangtua juga diharuskan berpartisipasi untuk mensukseskan keberlangsungan SRA ini. Selain itu juga turut andil lembaga masyarakat, dunia usaha yang mendukung kegiatan sekolah, serta alumni sekolah.

Memilih Sekolah Ramah Anak

Sebelum memilih sekolah untuk anak Anda, pastikan Anda harus memperhatikan beberapa aspek yang dapat mengindikasikan sekolah tersebut sudah ramah anak atau belum dari kebijakan yang diimplementasikan. Berikut beberapa aspek yang bisa Anda lihat:

  • Para murid di sekolah tersebut bersikap antikekerasan, punya toleransi yang tinggi, peduli lingkungan. setia kawan, dan bangga pada sekolahnya
  • Anak diperlakukan adil tanpa melihat suku, agama, ras, dan etnis, serta menghargai keberagaman
  • Guru maupun teman sebaya tidak melakukan kekerasan fisik, seksual, atau secara emosional dengan mengata-ngatai dengan perkataan yang tidak pantas
  • Anak merasakan kenyamanan saat beraktivitas di sekolah, lingkungan sekolah tidak berbahaya, kelas bersih, rapi, dan tertata baik
  • Anak merasa senang mengikuti proses belajar, tidak merasa takut, cemas, atau rendah diri ketika bersaing dengan teman-temannya. Guru juga tidak mempermalukan anak ketika prestasinya menurun
  • Anak terlibat pada kegiatan peduli lingkungan seperti kerja bakti di sekolah, misalnya
  • Anak tidak dilibatkan dalam urusan keuangan yang harusnya berurusan dengan orangtua. Ketika orangtua tidak memberikan sumbangan pada kegiatan amal, anak tidak mendapat sindiran dari para guru
  • Anda sebagai orangtua juga bisa melihat makanan yang dijual di kantin sekolah dan melihat kondisi tempat berjualannya
  • Tata tertib sekolah dan sanksi pelanggaran dibuat transparan, sehingga dengan mudah dapat diakses dan dipahami oleh orangtua dan anak ketika memasuki tahun ajaran.

Diharapakan dengan mengetahui pengertian sekolah ramah anak dan aspek penting yang harus diterapkan oleh sekolah dapat menjadi pedoman bagi Anda sebelum memilih sekolah untuk anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *