Mengenal Katarak Nuklir, Jenis Katarak yang Paling Umum

Katarak merupakan kondisi saat terbentuknya area padat dan berkabut di lensa mata. Penyakit katarak terdiri atas beberapa jenis, salah satunya katarak nuklir. Kondisi katarak nuklir merupakan jenis katarak yang paling umum ditemukan dan rentan terjadi pada lansia.

katarak nuklir

Pembentukan katarak terjadi seiring berjalannya waktu. Pada kondisi normal, lensa mata akan meneruskan cahaya ke retina lalu cahaya tersebut disampaikan sebagai sinyal ke saraf optik. Saat katarak terjadi, lensa mata tidak bisa menjalankan fungsinya dengan baik, membuat mata kesulitan untuk melihat dengan normal.  

Pengertian katarak nuklir dan faktor yang menyebabkannya

Katarak nuklir terjadi di tengah lensa mata yang menyebabkan nukleus, bagian tengah mata, berubah warna menjadi kuning atau cokelat. Katarak jenis ini seringkali diasosiasikan dengan usia lanjut.

Pada kondisi normal, protein pada mata membantu lensa mata untuk tetap jernih dan memungkinkan cahaya untuk masuk melewatinya. Hal ini mendukung mata untuk tetap melihat dengan baik.

Seiring bertambahnya usia, kadar protein dalam mata akan berangsur-angsur mengalami kerusakan. Protein ini akan menumpuk di lensa mata, membuat area lensa mata menjadi terlihat berkabut. Kabut inilah yang menghalangi cahaya untuk masuk dan ditangkap oleh retina.

Kabut yang terbentuk akibat penumpukan protein akan semakin melebar seiring berjalannya waktu. Apabila hal ini terjadi, maka penglihatan pun akan semakin buram dan redup.

Umumnya, katarak merupakan proses penuaan yang normal. Akan tetapi, dalam beberapa kasus, katarak nuklir mungkin bisa terjadi pada dewasa muda akibat paparan yang berlebihan dari sinar UV, kebiasaan merokok, dan penggunaan steroid. Selain itu, penderita diabetes juga lebih rentan terkena katarak.

Tanda-tanda seseorang mengalami katarak nuklir

Secara garis besar, gejala yang akan dirasakan ketika menderita katarak jenis ini hampir serupa dengan jenis katarak lainnya. Gejala yang paling utama adalah penurunan kemampuan penglihatan.

Saat Anda menderita katarak nuklir, gejala yang mungkin akan dirasakan berupa:

  • Kesulitan mengemudi
  • Kesulitan melihat rambu jalan, melihat mobil, dan pejalan kaki saat mengemudi
  • Pandangan terhadap objek memudar dan tampak buram
  • Kesulitan melihat suatu cahaya yang terang, khususnya saat malam hari
  • Penglihatan ganda

Tidak hanya gejala yang dirasakan pada penglihatan, Anda mungkin juga akan merasakan tanda-tanda dari kondisi ini dengan melihat kondisi mata melalui cermin. Umumnya, tampilan mata akan berubah dan mudah dideteksi oleh orang-orang terdekat yang sering berinteraksi dengan Anda.

Sama seperti jenis katarak lainnya, katarak nuklir tidak akan menimbulkan rasa nyeri. Apabila Anda merasakan nyeri atau sakit pada bagian mata tertentu, segeralah lakukan pemeriksaan ke dokter karena hal ini bisa saja disebabkan oleh kondisi kesehatan lain.

Cara mengobati katarak nuklir

Katarak nuklir bisa diatasi dengan melakukan operasi pengangkatan katarak. Prosedur operasi ini akan dilakukan oleh dokter bedah mata. Akan tetapi, operasi tidak selalu langsung dilakukan apabila kondisi katarak yang diderita belum parah.

Melalui operasi, dokter akan mengangkat lensa mata yang berkabut dan menggantikannya dengan lensa buatan yang lebih jernih. Setelah operasi, Anda mungkin akan sedikit merasakan ketidaknyamanan pada area mata selama beberapa hari. Hal ini akan semakin membaik seiring dengan proses pemulihan yang umumnya memakan waktu sekitar delapan minggu. Setelah operasi katarak nuklir, penting bagi Anda untuk tetap melakukan pemeriksaan secara rutin ke dokter. Hal ini berguna untuk mencegah kemungkinan adanya komplikasi yang tidak diinginkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *