Mengenal Gejala dan Penanganan Letargi

Kelelahan atau kelesuan merupakan hal yang wajar dialami tiap orang. Namun, menjadi tidak wajar apabila rasa lelah yang Anda rasakan terus terjadi dalam jangka waktu cukup lama. Kondisi ini sudah masuk dalam kategori kelelahan kronis atau dalam dunia medis dikenal sebagai letargi.

letargi

Letargi bisa sangat mengganggu kehidupan Anda. Dengan kondisi tubuh yang terasa lemas, berbagai kegiatan pun bisa menjadi tidak maksimal dijalankan. Tidak hanya itu, letargi juga berpengaruh pada kondisi psikologis Anda sehingga memengaruhi tingkat konsentrasi dalam melakukan beraneka hal yang sebenarnya perlu dijalankan.

Menjadi penting untuk mengenal mengenai letargi lebih dalam. Khususnya, Anda mesti mengetahui gejala apa saja yang membuat suatu kelelahan dapat dikategorikan sebagai letargi. Dengan mengetahui gejala lebih awal, Anda pun bisa melakukan penanganan lebih cepat untuk memulihkan kondisinya.

Gejala Letargi

Banyak hal yang membedakan letargi dengan kelelahan biasa. Secara umum, letargi akan membuat Anda mudah mengantuk dan malas untuk bergerak. Di samping itu, kondisi medis ini akan menyebabkan akan sulit berkonsentrasi sehingga beragam aktivitas Anda menjadi terhambat.

Namun nyatanya, gejala-gejala umum tersebut juga dapat dengan mudah Anda rasakan ketika merasakan kelelahan biasa. Berikut adalah gejala yang lebih khusus menunjukkan Anda sedang menderita letargi atau tidak.

  • Gelisah

Ketika mengalami letargi, Anda tidak hanya malas untuk bergerak dan merasa capek dengan beragam aktivitas. Anda juga akan mudah merasa gelisah terhadap berbagai rencana dan kegiatan yang Anda lakukan.

  • Kurang Bertenaga

Cobalah untuk tidur beberapa saat guna memulihkan tenaga sekaligus memastikan kondisi yang Anda alami merupakan letargi atau bukan. Pasalnya dalam kondisi letargi, Anda akan menjadi sangat tidak bertenaga dan sulit mendapatkan tenaga itu kembali, meskipun sudah berisitirahat penuh.

  • Suasana Hati Berubah

Letargi erat berkaitan dengan kondisi psikologis. Penderita letargi akan menemui gejala perubahan suasana hati yang cukup signifikan, yang lebih mengarah pada suasana membosankan, marah, dan sedih.

  • Linglung

Ketika lelah bisa, Anda dapat tetap berkonsentrasi penuh. Namun ketika sudah masuk kondisi letargi, Anda akan sulit berkonsentrasi sehingga menyebabkan linglung.

  • Nyeri Dada

Kelelahan yang sudah mengarah pada kondisi letargi kerap memunculkan gejala nyeri dada. Nyeri dada ini merupakan efek dari perubahan suasana hati yang ekstrem sehingga memicu masalah pencernaan yang berefek pula kondisi dada.

  • Perubahan Berat Badan

Letargi akan memengaruhi pola makan seseorang. Karena itu, gejala perubahan berat badan yang cukup ektrem akan membayangi penderita letargi. Perubahan berat badan dapat mengarah ke penurunan maupun penaikan berat secara signifikan dalam waktu yang cepat.

  • Kelumpuhan Sebagian

Sampai sekarang masih belum dapat dijelaskan alasan orang-orang dengan letargi mengalami gejala kelumpuhan bagian tubuh sebagian. Hanya saja, kelumpuhan ini bersifat nonpermanen dan bisa segera pulih seiring sembuhnya Anda dari kondisi letargi.

  • Sakit Kepala

Kondisi letargi juga akan memengaruhi kondisi otak. Kelelahan biasa memang hanya membuat tubuh terasa lelah. Namun, letargi juga akan membuat otak merasa lelah sehingga memunculkan gejala sakit kepala.

  • Kehilangan Kesadaran

Dalam kondisi ekstem, penderita letargi bisa mengalami kehilangan kesadaran. Jika sudah mengalami gejala ini, penanganan medis secara cepat dan tepat mesti segera dilakukan.

Menangani Letargi

Ketika menghadapi gejala-gejala di atas, cobalah untuk tenang. Datanglah ke dokter atau rumah sakit untuk segera memeriksakan diri mengenai kemungkinan letargi yang Anda alami.

Nantinya, dokter akan memberi penanganan untuk memulihkan kondisi Anda bergantung dengan penyebab letargi yang Anda alami. Sebagai contoh apabila diketahui penyebab letargi Anda lebih mengarah pada aktivitas yang berlebihan, dokter akan meminta Anda untuk melakukan bedrest. Jika letargi disebabkan oleh kondisi tubuh yang mengalami dehidrasi, dokter mungkin akan memberikan obat oral maupun infus.

Penderita letargi juga akan diminta untuk mengubah menjalani pola hidup agar lebih sehat. Beberapa caranya dengan meningkatkna asupan makanan bernutrisi, memperbanyak minum air mineral, sampai mengelola stres dan memenuhi kebutuhan istirahat harian yang ideal.

Mulai dari pemeriksaan fisik sampai tes darah, urine, serta MRI otak mungkin akan dilakukan untuk memastikan penyebab pasti dari kondisi letargi yang Anda rasakan. Ini mengingat letargi bisa muncul sebagai buah kelelahan kronis biasa, namun juga bisa dipicu dari adanya kondisi penyakit tertentu bahkan sampai ke masalah psikologis. Apabila ada kecurigaan bahwa letargi yang Anda idap dipicu masalah psikologis, seperti depresi, penanganan yang dianjurkan adalah merujuk Anda ke psikolog atau psikiater. Dokter juga bisa memberikan obat antidepresan dan meminta Anda melakukan psikoterapi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *