Kiat Menghindari Makanan Manis agar Anak Bebas Sugar Rush

Apakah Anda pernah mendengar istilah sugar rush? Sugar rush adalah kondisi ketika seseorang mengalami kelebihan energi akibat mengonsumsi asupan gula terlalu banyak dalam waktu singkat. Kondisi ini kerap disandingkan dengan anak-anak pengidap ADHD atau hiperaktif.

Kendati demikian, kondisi ini barulah sebatas isu medis belaka. Dalam artian belum ada penelitian resmi yang menunjukkan bahwa kelebihan gula menjadi pangkal masalah tersebut. Saat ini, mari kita kesampingkan terlebih dahulu mengenai kabar itu. Di sini, kita tak ingin membuat satu pembuktian apa pun terkait sugar rush.

Yang lebih penting adalah bahwa sesuatu yang berlebih itu memang tidak baik, apalagi kelebihan gula. Banyak penyakit atau kondisi kesehatan terjadi akibat asupan gula berlebih. Diabetes atau obesitas salah satunya. Nah, lebih baik kita bahas bagaimana cara menghindari seseorang, khususnya anak dari kecanduan makanan manis. Berikut ulasannya:

  • Kurangi Makanan Olahan

Semakin sering mengurangi konsumsi makanan olahan akan berbanding lurus dengan hasrat kita untuk mengonsumi itu. Yang dimaksud dengan makanan olahan adalah makanan yang telah mengalami proses pengolahan dengan metode tertentu, seperti makanan siap saji, makanan ringan, atau makanan kaleng. Biasanya, penggunaan gula amat signifikan dalam setiap proses pengolahan makanan.

Jika anak Anda belum terpapar, sebaiknya hindari. Kalau sudah, mulailah kurangi pemberian makanan tersebut secara perlahan dan kontinu.

  • Perbanyak Konsumsi Makanan Asam

Makanan asam atau pahit dapat menetralisir hasrat seseorang akan makanan manis. Jika Anda berniat membatasi keinginan anak mengonsumsi makanan manis secara alami, cara ini tentu saja bisa dijadikan andalan.

  • Perbanyak Asupan Protein

Mengonsumsi makanan berprotein seperti kacang-kacangan, telur, atau daging dapat memberikan kandungan energi yang seimbang. Dengan begitu, anak tak perlu lagi membutuhkan energi tambahan dari makanan manis. Ketika kita berhasil memaksa mereka menjauhi asupan gula berlebih, kemungkinan menderita sugar rush tentu akan semakin kecil.

  • Konsumsi Suplemen Glutamin

Ketika kadar gula kita turun, asam amino yang terdapat di dalam glutamin berubah menjadi glukosa. Oleh karena itu, mengonsumsi suplemen glutamin dapat membantu tubuh menyesuaikan diri terhadap kebutuhan akan gula.

Kendati demikian, penggunaan suplemen bisa saja menimbulkan efek samping tertentu. Berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsinya adalah sikap yang bijak.

  • Perbanyak Waktu Tidur

Istirahat dan tidur yang cukup sudah terbukti memiliki banyak manfaat, termasuk mengurangi hasrat untuk mengonsumi kalori dan gula berlebih. Tidur yang kurang memengaruhi kecenderungan anak untuk mengonsumi makanan yang mengandung gula.

  • Minimalisir Stress

Konon katanya makanan manis seperti es krim, kue, dan makanan yang mengandung gula tinggi lain dapat mengembalikan mood dan kadar stres seseorang. Dengan menjaga mood dan tingkat stres anak tetap baik, kemungkinan besar dapat membantunya terhindar dari kecenderungan mereka meminta atau mencari makanan manis.

  • Stevia

Stevia adalah tanaman yang mengandung rasa manis alami. Selain daunnya, stevia juga sudah banyak diolah menjadi berbagai macam bentuk, seperti cairan, yang bisa lebih mudah dikonsumi untuk berbagai jenis makanan dan minuman.

Perasa manis selain gula ini tentu akan berguna sebagai pengganti gula dalam setiap makanan atau minuman yang disajikan kepada anak. Pemanis alami ini tak bakal membuat anak mengalami sugar rush seperti saat mereka mengonsumsi gula tebu.

  • Konsumsi Makanan Fermentasi

Tidak perlu sulit memikirkan makanan yang dapat kita konsumsi untuk mengurangi sugar cravings yang sering menyerang. Makanan khas Indonesia, tempe, dapat menjadi salah satu makanan yang dapat mengurangi sugar cravings. Selain tempe, kita juga dapat mengonsumi makanan fermentasi dari negara lain seperti kimchi, sauerkraut, atau kefir. Selain rasanya yang asam, makanan yang difermentasi juga menawarkan probiotik untuk tubuh kita.

***

Permasalahan gula dan kesehatan manusia memang telah mendapat perhatian khusus dari WHO. Organisasi kesehatan dunia itu merekomendasikan asupan gula tidak melebihi 10 persen dari total asupan energi per hari masing-masing orang, termasuk anak-anak.

Jika menurut Anda sugar rush pada anak adalah mitos belaka, bukan berarti Anda bisa memberikan mereka makanan manis sesuka hati. Ingatlah bahwa akan ada banyak masalah kesehatan yang mengintai jika Anda tak membatasi asupan gula ke dalam tubuh anak Anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *