Jenis-Jenis Obat Sakit Telinga yang Ampuh Menangani Nyeri

Pada kegiatan kita sehari-hari, bergantung dengan telinga untuk mendengarkan suara hingga menjaga keseimbangan tubuh. Jika telinga sakit, maka fungsi-fungsi yang dijalankan pun bisa melemah dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, Anda perlu menggunakan obat sakit telinga untuk mengatasinya.

Sakit telinga bisa menyerang kedua bagian telinga, atau pun salah satunya saja. Rasa sakitnya dapat terasa terus-menerus atau hilang timbul. Intensitas nyerinya bervariasi dari ringan, tajam, hingga bisa terasa perih atau panas.

Penyebabnya pun bisa beragam, secara umum penyakit ini disebabkan karena infeksi, iritasi, atau cedera. Jika Anda mengalami sakit telinga yang disertai demam dan kehilangan pendengaran sementara, biasanya sakit tersebut disebabkan infeksi bakteri.

Namun, sebaiknya pemberian obat-obatan medis hendaknya dilakukan jika perawatan rumahan tidak memberikan pengaruh pada sakit telinga Anda. Gejala sakit telinga biasanya akan membaik dalam beberapa hari pertama dan umumnya bisa sembuh sendiri dalam 1-2 minggu.

Jenis-jenis obat sakit telinga medis:

1. Terapi nyeri

Ada beberapa obat sakit telinga yang masuk dalam kelompok ini, di antaranya:

  • Obat pereda nyeri

Rasa nyeri saat sakit telinga kadang tidak tertahankan, untuk mengatasinya Anda bisa mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti paracetamol atau ibuprofen, yang bisa Anda beli di apotek. Hindari penggunaan aspirin pada anak-anak dan remaja karena bisa menyebabkan sindrom Reye.

  • Anestesi lokal/obat bius tetes

Terkadang dokter akan meresepkan anestesi dalam bentuk obat tetes untuk menghilangkan rasa sakit di telinga, selama gendang telinga di dalamnya tidak memiliki lubang atau robek. Obat tetes jenis ini biasanya mengandung benzocaine sebagai zat aktifnya.

Obat jenis ini umumnya digabungkan dengan Antipyrine sebagai analgesik untuk mengurangi rasa sakit dan peradangan, gliserin untuk melunakkan sumbatan kotoran telinga, atau zinc asetat yang dapat membantu melindungi kulit telinga.

2. Terapi antibiotik

Penggunaan antibiotik minum untuk mengobati infeksi seringkali tidak dibutuhkan pada infeksi telinga tengah dan luar. Akan tetapi, terkadang antibiotik, seperti amoksisilin atau kloramfenikol, diperlukan untuk mengobati kasus parah yang ditandai dengan infeksi telinga yang tidak membaik setelah tiga hari atau timbulnya cairan yang keluar dari telinga.

Antibiotik dalam bentuk obat tetes biasanya diresepkan dokter untuk merawat otitis media supuratif kronis, di mana gendang telinga robek atau memiliki lubang. Biasanya dokter akan menyedot cairan yang ada di dalam saluran telinga sebelum memberikan antibiotik tetes ini.

  • Terapi penumpukan cairan

Jika sakit telinga berlanjut dan memilki komplikasi yang serius, cairan akan terus menumpuk di telinga (otitis media denga efusi) dan akan terjadi infeksi yang berulang dalam jangka panjang. Jika kondisi ini terjadi, dokter akan melakukan operasi kecil yang disebut myringotomy.

Prosedur ini dilakukan untuk menyedot cairan keluar dari telinga tengah dengan menempatkan tabung kecil yang bisa menjadi ventilasi pada telinga sehingga cairan bisa keluar dan penumpukan cairan bisa dicagah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *