Jangan Diremehkan, Muka Kesemutan Mungkin Disebabkan Penyakit Ini

Pernahkah Anda mengalami kesemutan pada area wajah atau muka? Banyak orang mengabaikan muka kesemutan sebagai gejala sementara yang tidak serius. Padahal, hal ini bisa saja dipicu oleh penyakit tertentu dalam tubuh Anda.

Rasa kesemutan di muka akan menimbulkan sensasi menusuk dan gerakan di bawah kulit Anda. Terkadang, kesemutan bisa terjadi hanya pada sebagian sisi wajah. Akan tetapi, tidak jarang kesemutan juga menyerang seluruh bagian muka.  

Penyakit yang menyebabkan muka kesemutan

Kesemutan tidak akan timbul tanpa alasan yang jelas secara tiba-tiba. Khususnya, jika kesemutan dirasakan dalam intensitas yang cukup sering dan berulang-ulang. 

Ada beberapa penyakit yang bisa menyebabkan muka kesemutan. Penyakit-penyakit tersebut antara lain: 

  • Migrain

Migrain adalah sakit kepala yang umumnya hanya terjadi di salah satu sisi kepala. Ketika Anda mengalami migrain, Anda mungkin akan merasakan gejala kesemutan yang dapat dirasakan di wajah dan tubuh. Kesemutan ini bisa timbul sebelum, sesudah, ataupun saat migrain menyerang.

Biasanya, kesemutan akibat migrain akan timbul di area atau sisi yang sama dengan rasa nyeri migrain. Beberapa jenis migrain yang cukup parah bahkan bisa menyebabkan kelemahan salah satu sisi wajah dan tubuh.

  • Stroke

Kesemutan yang terus menerus bisa juga merupakan gejala dari penyakit stroke. Ketika muka kesemutan disebabkan oleh stroke, Anda mungkin akan mengalami ketidakmampuan untuk mengangkat tangan di atas kepala, senyum miring, serta sulit untuk berbicara.

Apabila Anda merasakan gejala-gejala tersebut, diiringi dengan kesemutan pada area wajah, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter. Dalam beberapa kasus, kesemutan akibat stroke juga dibarengi dengan kehilangan ingatan dan gangguan penglihatan. 

  • Kerusakan saraf

Seluruh tubuh Anda dipenuhi dengan saraf, tidak terkecuali area wajah. Ketika salah satu saraf mengalami kerusakan, nyeri, atau mati rasa, Anda akan merasakan kesemutan.

Kerusakan saraf bisa dipicu oleh berbagai macam faktor, seperti penyakit-penyakit yang mempengaruhi sistem saraf. Untuk mengatasinya, Anda bisa melalui prosedur operasi, konsumsi obat-obatan, terapi fisik, dan lain sebagainya. 

  • Reaksi alergi

Tidak jarang, muka kesemutan juga ditimbulkan sebagai efek samping atau reaksi alergi. Apabila kesemutan secara khusus berpusat pada area mulut, saraf Anda mungkin menunjukkan reaksi alergi terhadap makanan tertentu.

Biasanya, kesemutan yang disebabkan oleh alergi diiringi juga dengan kesulitan menelan, kulit gatal, pembengkakan bibir dan lidah, kesulitan bernapas, serta diare dan muntah-muntah.

  • Multiple Sclerosis

Multiple sclerosis merupakan penyakit autoimun yang menyerang selubung pelindung saraf. Kesemutan adalah gejala utama dari kondisi ini dan biasanya tidak hanya terjadi di wajah, tetapi juga di lengan dan kaki.

Penderita multiple sclerosis harus berhati-hati ketika gejala kesemutan sedang kambuh. Apabila kesemutan dirasakan saat sedang makan, Anda bisa saja secara tidak sengaja menggigit bagian dalam mulut dan menyebabkan penyakit mulut. 

  • Bell’s Palsy

Bell’s palsy adalah kondisi penyakit kronis yang terjadi pada saraf karena adanya peradangan di saraf wajah. Kondisi ini menyebabkan kelumpuhan sementara di salah satu sisi wajah yang juga dibarengi dengan kesemutan.

Biasanya, penderita bell’s palsy merasakan kesemutan dan gejala-gejala lain seperti sakit kepala, kekeringan pada mata dan mulut, serta nyeri di area telinga dan rahang. Kondisi ini lebih mungkin terjadi pada orang-orang yang memiliki riwayat penyakit diabetes.

Itulah penyakit-penyakit yang bisa menyebabkan muka kesemutan. Lakukan konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan upaya penyembuhan yang paling tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *