Inilah Perbedaan Cryptic Pregnancy dan Kehamilan Normal

Cryptic pregnancy adalah kehamilan kriptik alias kehamilan samar

Bermula dari sebuah kabar kehamilan dan persalinan seorang ibu di Tasikmalaya, Jawa Barat yang menyedot perhatian masyarakat Indonesia beberapa waktu lalu. Perempuan bernama Heni itu mengalami hamil dalam waktu satu jam dan langsung melahirkan anak laki-laki. Kondisi ini dalam dunia medis disebut dengan cryptic pregnancy atau kehamilan kriptik.

Kisah bermula ketika perempuan tersebut merasakan perutnya membesar disertai dengan adanya gerakan-gerakan aneh. Lantas ia juga merasakan mules yang semakin bertambah, berselang satu jam setelah itu melahirkan seorang bayi berjenis kelamin laki-laki dengan berat 3,4 kilogram. Selain itu, perempuan itu juga mengaku melahirkan dalam kondisi tengah menstruasi.

Cryptic Pregnancy (Kehamilan Kreptik)

Kehamilan kreptik merupakan suatu kondisi di mana perempuan tidak menyadari bahwa dirinya tengah dalam kondisi mengandung atau hamil. Kehamilan ini baru akan diketahui si perempuan tersebut ketika memasuki minggu-minggu terakhir jelang persalinan atau pada saat sudah waktunya bayi untuk dilahirkan.

Kondisi ini juga disebut dengan kehamilan samar yang merupakan peristiwa langka, hal inilah yang membuat fenomena kehamilan ini jika terjadi tak hanya membuat si perempuan bingung tetapi juga mengejutkan bagi masyarakat. Dalam sebuah studi, kondisi kehamilan ini hanya terjadi satu kali dalam 475 kasus kehamilan yang terjadi.

Perbedaan kehamilan kreptik dengan kehamilan normal adalah ditandai dengan bukti anekdotal yang menunjukkan bahwa kehamilan kriptik bisa bertahan jauh lebih lama ketimbang kehamilan normal. Pada umumnya kondisi ini dikaitkan dengan kadar hormon yang sangat rendah, selain itu kehamilan kreptik juga dikaitkan dengan kurangnya perawatan prenatal, pola makan buruk dan gaya hidup.

Penyebab Kehamilan Kreptik

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, bahwa salah satu penyebab kehamilan kriptik adalah perubahan hormon dalam tubuh. Namun, perlu diketahui juga terdapat beberapa kondisi medis yang mampu memengaruhi seorang perempuan mengalami kehamilan kreptik. Berikut ini beberapa kondisi yang menjadi penyebab kehamilan tidak disadari.

  • Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

Sindrom ini merupakan kondisi yang bisa membatasi kesuburan perempuan sehingga membuat munculnya ketidakseimbangan hormon. Gangguan ini juga sangat bisa membuat menstruasi menjadi tidak teratur.

  • Baru Mengalami Kehamilan

Kehamilan kriptik juga sangat mungkin dialami perempuan yang baru saja hamil dan melahirkan, biasanya kondisi tersebut terjadi karena para perempuan ini kurang memerhatikan tanda yang memungkinkan mereka hamil, seperti misalnya haid tidak teratur.

Selain itu, faktor hormonal dan menyusui juga menyebabkan tubuh perempuan menunda ovulasi dan menstruasi selama beberapa bulan setelah persalinan. Kondisi ini bahkan disalahartikan sebagai pemulihan postpartum.

  • Perimenopause

Perimenopause umumnya terjadi pada perempuan yang akan memasuki masa menopause, suatu kondisi di mana perempuan akan lebih jarang mengalami menstruasi hingga pada akhirnya benar-benar berhenti. Kondisi ini mengakibatkan gejala kehamilan, seperti kenaikan berat badan dan ketidakstabilan hormon dan sering kali dianggap sebagai gejala menopause.

Kondisi inilah yang menyebabkan perempuan mengalami kehamilan priktik, karena munculnya kehamilan samar dan sulit untuk diprediksi. Untuk mengetahui secara pasti, perempuan yang mengalami gejala ini disarankan untuk segera konsultasi ke dokter.

  • Penggunaan Pil KB

Alat kontrasepsi dan pil KB juga merupakan penyebab perempuan mengalami cryptic pregnancy, seorang perempuan yang menggunakan pil kb tidak akan percaya jika dirinya hamil. Ketika gejala muncul dengan tidak begitu jelas, perempuan akan cenderung tidak yakin karena keyakinan bahwa mereka sudah mengonsumsi pil KB.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *