Bahan yang Harus Dihindari untuk Cegah Jerawat di Dada

Mandi secara teratur dapat membantu mengatasi jerawat di dada

Tidak hanya di area wajah, jerawat dapat timbul dimana saja, termasuk di dada. Jerawat adalah kondisi kulit yang umum dialami oleh semua orang. 

Jerawat umumnya dialami oleh remaja yang sedang mengalami masa pubertas. Pada beberapa kasus jerawat muncul pada wanita berusia 30 hingga 50 tahun.

Meskipun jerawat di dada tak terlalu tampak seperti jerawat di wajah, kondisi ini tetap dapat membuat tak nyaman dan terganggu. 

Salah satu penyebab jerawat di dada adalah penggunaan make up, parfum, dan efek dari penggunaan detergen yang menyebabkan iritasi. Untuk mengatasi jerawat di dada, pastikan Anda menggunakan bahan-bahan yang aman.

Bahan-bahan yang menyebabkan jerawat di dada

  • Parfum

Parfum dapat ditemukan pada produk kosmetik, perawatan wajah dan tubuh, dan banyak lainnya. Parfum berfungsi menambah wangi agar produk tersebut terasa lebih segar dan menarik.

Area leher dan dada adalah titik penggunaan parfum yang dapat menjaga keharuman lebih lama. Namun, penggunaan parfum terus menerus ke area tersebut dapat menyebabkan jerawat.

Parfum terdiri dari campuran bahan kimia yang dapat mengiritasi kulit, terutama pemilik acne-prone

  • Alkohol

Ethanol dan isopropyl adalah salah dua tipe alkohol yang umum ditemukan di produk kecantikan dan perawatan kulit. Penggunaan alkohol berfungsi mengurangi kelebihan minyak pada kulit.

Namun, alkohol bisa menyebabkan kulit kering dan iritasi. Menggunakan produk beralkohol di dada dapat memicu jerawat di dada

  • Minyak esensial

Banyak produk kecantikan yang mengandung minyak esensial. Meski berasal dari nabati, beberapa jenis minyak esensial dapat menyebabkan iritasi. 

Jika Anda hendak menggunakan minyak esensial, pastikan untuk melarutkannya dengan minyak pembawa.

Anda juga harus berhati-hati dalam memilih minyak pembawa agar tidak menyumbat pori-pori. Minyak pembawa yang disarankan adalah minyak bebas kandungan lemak jenuh dan tak jenuh, seperti minyak jojoba, minyak hazelnut, dan minyak hemp.

  • Sodium lauryl sulfate

Sodium lauryl sulfate atau SLS adalah bahan kimia yang menyebabkan busa pada produk pembersih. SLS merupakan surfaktan atau zat yang berfungsi menghilangkan kotoran dan minyak yang menempel di kulit dan permukaan lainnya.

Namun, SLS dapat menyebabkan iritasi, terutama bagi kulit sensitif. Sebagai gantinya, Anda dapat mencari deterjen bebas sulfat untuk mencegah timbulnya jerawat di dada.

  • Natrium klorida atau garam laut

Akhir-akhir ini, produk kecantikan dengan kandungan sea salt semakin populer. Sea salt diklaim sebagai eksfoliator yang baik. 

Sea salt telah lebih dulu digunakan sebagai produk pembersih dan pengental. Namun, menggunakan produk yang mengandung garam laut dapat menyebabkan jerawat.

  • Minyak kelapa

Minyak kelapa adalah bahan alami yang memiliki beragam manfaat untuk kulit. Minyak kelapa dikatakan sebagai pelembab alami super. 

Sayangnya, minyak kelapa mengandung lemak jenuh dan tak jenuh yang mampu menghambat pori-pori (komedogenik). Minyak yang tersumbat dapat menyebabkan jerawat. 

Penggunaan minyak kelapa sangat tidak disarankan bagi pemilik kulit acne-prone karena dapat memperburuk kondisi jerawat.

Bahan-bahan di atas kerap ditemukan pada sabun mandi, lotion tubuh, toner, make up, hingga deterjen. Untuk mencegah timbulnya jerawat di dada, cek terlebih dahulu komposisi pada kemasan produk.

Pastikan produk perawatan yang Anda beli berlabel non-comedogenic dan non-oily. Anda juga bisa mencari produk yang khusus diformulasikan untuk acne-prone skin.

Jika Anda membeli deterjen atau produk pembersih lainnya, Anda bisa mencari produk bebas sulfat dengan kandungan SLS yang sedikit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *