Apakah Proses Kemoterapi Kanker Menyakitkan?

Kemoterapi sering menjadi metode pengobatan untuk mengatasi kanker.

Salah satu pengobatan yang sangat diandalkan guna melawan penyakit serius dan bahkan membahayakan nyawa, seperti misalnya kanker adalah kemoterapi. Proses ini harus dilakukan sebagai aksi dari tindak lanjut diagnosis kanker, pasien penderita penyakit ini mungkin akan merasa khawatir dengan pengobatan apa yang terjadi.

Apakah menyakitkan menjalani proses pengobatan alternatif ini, hal ini tentu menjadi pikiran bagi para penderita penyakit tersebut. Di samping itu, pengetahuan akan pengobatan alternatif ini perlu diketahui agar nantinya si penderita tidak kebingungan pada saat menjalaninya terlepas dari efek samping yang juga akan timbul dalam pengobatan.

Kemoterapi Kanker

Perlu diketahui bahwa yang menjadikan seorang penderita penyakit kanker merasakan sakit adalah efek samping yang akan timbul. Efek samping yang muncul dan dirasakan oleh si penderita terdapat beberapa macam serta berbeda-beda, mulai dari yang tidak sakit sama sekali, ringan hingga yang paling parah.

Namun demikian, para penderita tidak perlu merasa khawatir dan bahkan takut jika mengalami rasa sakit saat menjalani pengobatan alternatif ini. Pada umumnya, dalam kasus yang terjadi efek samping muncul tidak separah seperti yang dibayangkan sebelumnya. Para penderita justru akan merasa menderita jika terlalu memikirkan rasa sakit untuk pengobatan ini.

Pengobatan alternatif untuk mengatasi penyakit kanker ini biasanya dilakukan dengan dua cara, pertama melalui aliran darah vena (intravena) dan yang kedua melalui infus. Terdapat beberapa siklus dalam melakukan pengobatan ini kemudian waktu jeda di antara siklus yang ada, selain itu siklus dan jeda setiap pasien juga berbeda-beda.

Perlu diketahui bahwa cara kerja atau sistem pengobatan ini adalah dengan memasukkan obat langsung ke dalam darah. Dengan begitu, obat yang dimasukkan akan langsung mengalir ke seluruh tubuh, fungsi dari obat tersebut tentunya untuk mematikan semua sel kanker yang terdapat di semua sudut bagian dalam tubuh manusia.

Dalam memasukkan obat itu, digunakan dua cara yakni memakai kateter intravena dan infus, kedua cara ini tentu memiliki efek samping yang bisa menimbulkan rasa sakit yang berbeda pada setiap orang. Untuk pengobatan melalui kateter intravena dilakukan dengan memasukkan obat langsung ke pembuluh darah vena.

Proses pengobatan dengan cara ini memakai tabung atau juga disebut dengan kateter yang tipis dan lentur yang kemudian dimasukkan ke dalam pembuluh darah vena. Ketika kateter dimasukkan, dalam momen inilah pasien akan mengalami rasa sakit yang diakibatkan tusukan jarum pada kulit yang terjadi dalam beberapa waktu.

Dokter biasanya akan menawarkan resep obat anti nyeri yang bisa digunakan selama 20 hingga 30 menit untuk mengatasi rasa sakit tersebut dan faktanya sebagian besar orang mengaku merasakan sakit ketika menjalani pengobatan alternatif untuk penyembuhan kanker dengan cara intravena atau memakai kateter.

Proses pengobatan kemoterapi menggunakan infus biasanya akan menimbulkan rasa sakit, hal ini diakibatkan dari beberapa obat yang masuk ke pembuluh darah membuat muncul rasa nyeri. Namun kondisi tersebut akan berlangsung dalam waktu singkat, rasa nyeri akan mereda seiring proses infus berlangsung.

Meski demikian, ketika pasien merasakan rasa sakit yang menjurus ke parah untuk segera melaporkan kondisi tersebut kepada perawat dan dokter. Beberapa kasus penyakit kanker memaksa para penderita sulit untuk duduk karena letak kanker yang bisa terdapat dalam bagian tubuh mana pun, hal itu bisa berlangsung dalam jangka waktu lama atau pendek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *