Amiloidosis Ginjal dan Jenis lainnya

Pada dasarnya kita ingin selalu sehat dan selalu terhindar dari segala macam penyakit. Kendati demikian, tidak ada salahnya juga kita mencari tahu suatu penyakit sebagai langkah pencegahan, termasuk mencari tahu tentang amiloidosis ginjal.

Amiloidosis ini terbilang penyakit langka karena munculnya disebabkan penumpukan zat amiloid pada tubuh. Zat tersebut merupakan protein yang diproduksi oleh sumsum tulang belakang manusia dan dapat disimpan oleh jaringan atau organ tubuh.

Lantaran bisa disimpan oleh organ tubuh juga, namun pada umumnya amiloidosis terjadi pada ginjal, jantung, hati, sistem saraf dan pencernaan. Amiloidosis ginjal sendiri kerap kali disebabkan oleh amiloidosis primer.

Amiloidosis primer secara umum merupakan suatu kondisi di mana tulang sumsum memproduksi antibodi di luar normal atau abnormal yang biasa disebut amyloid light chains dan tidak dapat dipecah. Kondisi tersebutlah yang kemudian bisa menjadi penyebab terjadinya amiloidosis ginjal.

Ketika deposit amiloid dalam ginjal terjadi, maka bisa membuat fungsi filtrasi ginjal menjadi terganggu. Kondisi tersebut lambat laun membuat ginjal menjadi kesulitan dalam membuang hasil metabolit serta memecahkan protein.

Sementara itu, jenis amiloidosis lainnya adalah ada amiloidosis sekunder atau bisa disebut AA amiloidosis. Jenis ini biasanya terjadi karena adanya suatu kondisi terjadinya penumpukan amiloid tipe A atau AA yang disebabkan karena penyakit-penyakit kronis, seperti lupus, TBC, dan Crohn. Biasanya, jenis ini tidak menyebabkan amiloidosis ginjal.

Selanjutnya, ada jenis organ-specific amyloidosis yang mana penumpukan zat amiloid kerap kali terjadi pada organ kulit. Di sisi lain, ada pula jenis amiloidosis keturunan. Seperti namanya, kondisi itu bisa terjadi karena adanya kelainan genetik, yang kemudian ditandai dengan penumpukan protein di beberapa organ dan jaringan tubuh.

Selain itu, ada pula jenis senile systemic amyloidosis yang mana disebabkan karena suatu kondisi penumpukan protein transthyretin pada jantung dan jaringan sekitarnya. Namun, biasanya jenis ini tak menyebabkan amiloidosis ginjal. Kendati demikian, pembaca juga perlu berjaga-jaga, utamanya laki-laki, sebab jenis ini dialami oleh pria lansia.

Kemudian, ada pula jenis dialysis related amyloid. Untuk jenis ini dari banyak kasus biasanya terjadi karena adanya penumpukan protein beta-2 microglobulin, seperti pada darah, persendian, otot, tendon, dan tulang.

Apabila pembaca atau keluarga anda ada yang tengah menjalani pengobatan dengan cuci darah, agar diperhatikan karena pengobatan itu bisa meningkatkan risiko amiloidosis. Jenis ini, juga bisa menyebabkan amiloidosis ginjal.

Itulah hal-hal yang bisa disampaikan berkenaan dengan amiloidosis ginjal dan beberapa jenis amiloidosis. Kendati terbilang penyakit langka, pembaca sekalian tetap bisa melakukan pencegahan dengan berbagai cara.

Cara pencegahan itu sendiri sebetulnya terbilang mudah kalau saja kita tidak malas. Sebab, agar terhindar dari penyakit tersebut kita perlu rutin minum air mineral paling tidak dua liter setiap harinya. Selanjutnya, menjaga berat badan dan olahraga rutin.

Tidak kalah penting, dalam pencegahan kita juga perlu berhenti mengkonsumsi alkohol dan rokok. Dua hal ini pada dasarnya memang tidak bagus untuk tubuh. Selanjutnya, sebagai upaya pencegahan, bisa juga dengan mengontrol darah.

Upaya-upaya itu memang perlu dilakukan karena amiloidosis, termasuk amiloidosis ginjal adalah penyakit yang tidak bisa disembuhkan. Dalam pengobatannya sendiri, biasanya hanya digunakan untuk menghambat pertumbuhan penyakit dan meringankan kondisi gejala yang dialami pasien.

Beranjak dari fakta itu, sudah semestinya kita menjaga kondisi tubuh sebagaimana saran pencegahan yang sudah dijabarkan di atas. Jauh lebih baik menjalani hidup sehat daripada meningkatkan risiko terkena amiloidosis ginjal atau jenis lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *